
Senin 12 JUNI 2023
SANGATTA - Belum terealisasinya bonus atlet Porprov Kutim, masih menuai masalah. Bonus merupakan hak atlet dan pelatih itu, masih berujung pada beberapa masalah. Meski seorang atlet Cricket ingin seger menikmati bonus yang akan dicairkan Pemkab tersebut.

"Kami paham bahwa ada proses yang harus dilalui untuk pencairan bonus dan tidak gampang, Namun harapan saya, kalau bisa sebelum lebaran sudah bisa dinikmati," harapnya yang enggan disebutkan namanya.
Menanggapi pernyataan atlet tersebut, Ketua validisai dan verifikasi berkas pencairan bonus dari KONI kutim Akbar, saat ditemui, berharap agar bonus tersebut segera dimikmati para atlet.
"Ada beberapa persoalan yang kami hadapi saat memperivikasi berkas atlet dan pelatih, berkas yang disetorkan oleh cabor banyak yang belum lengkap, sehingga menjadi kendala tersendiri," ungkap Akbar, Senin (12/6/2023).
Selain itu lanjut wakil sekretaris KONI Kutim ini mengatakan, Surat Keputusan (SK) bupati juga belum dikeluarkan sebagai dasar dalam pembayaran Bonus.
Menurut informasi bahwa SK pencairan bonus atlet masih berada di bagian hukum untuk ditelaah Bupati.
Ditempat yang sama Debora selaku tim verifikasi dari Dispora Kutim mengatakan, sejauh ini baru sekitar 10 Cabang olahraga (Cabor)yang sudah lengkap dari 40 berkas cabor yang diterimanya dari KONI.
"Sejauh ini baru sekitar 10 Cabor yang clear berkasnya" terang staf bidang pembudayaan olahraga Kutim ini.
Lebih lanjut Debora menjelaskan, berkas atlet dan pelatih masih ada yang kurang sehingga menjadi hambatan dalam melakukan proses selanjutnya.
"Beberapa cabor masih ada kekurangan berkas, seperti, NPWP, KTP serta ada foto rekening yang buram," ungkapnya.
Untuk mempercepat proses validasi dan verifikasi berkas Dispora dan KONI membuka Sekretariat Bersama (Sekber) agar mempermudah dalam validasi dam verifikasi
"Kami ajak KONI untuk sama-sama verifikasi berkas atlet dan pelatih, jika ada yang kurang, maka kami minta pihak KONI segera menghubungi Cabor yang bersangkutan, karena Cabor berada dibawah naungan KONI," terang Debora. (Adv/*)