Pengurus SKK Kutim Resmi Dilantik

Jumat 9 JUNI 2023

Bupati Ardiansyah, SKK Kutim Adalah Perekat yang Utama

SANGATTA - Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi sebesar-besarnya kepada Sempekat Keroan Kutai (SKK) Kutim setelah satu tahun menunggu pelantikan akhirnya dapat dilaksanakan, Kamis (8/6/2023).

Menurutnya, sesuatu keniscayaan untuk senantiasa melestarikan, mengukuhkan, menguatkan, simbol-simbol adat seni dan budaya (Sedaya) yang merupakan kekayaan negara.

Bupati mengaku, kalau negara ini telah mengetahui sejarah tertua di Indonesia dari kerajaan itu, ada di wilayah Kutai Kalimantan Timur (Kaltim), yang terus berkembang, sehingga sekarang ini awalnya menjadi kerjaan Hindu kemudian berubah menjadi kesultanan.

"Inilah yang kita tidak bisa hilangkan, tidak bisa dibiarkan dan tidak bisa kita hanya melihat, akan tetapi ini merupakan bagian terpenting bagi kita untuk menjadikan Kutai memberikan makna yang di dalam kita membangun Kutim pada khususnya dan Kaltim pada umumnya," kata Ardiansyah Sulaiman.

Selain itu juga, ia menjelaskan, pemerintah pusat republik Indonesia (RI) sudah memberikan kehormatan kepada Kaltim untuk memindahkan ibukota negara, yang sekarang disebut sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Ini bukan menjadi sesuatu yang tidak mungkin. Di beberapa negara seperti Malaysia dan Australia Ibu Kotanya juga dipindahkan. Negara Mesir pun juga sementara proses pemindahan ibu kotanya, berawal dari Ibu Kota Kairo, menjadi New Kairo," jelasnya.

Oleh karenanya, lanjut Ardiansyah, SKK yang tersebar beberapa kabupaten kota, baik di Samarinda, Bontang, Kutai Barat (Kubar) maupun di Kutim itu, menjadi keniscayaan adanya.

"Oleh karena itu, kita harus memperbuat, mempererat serta merekatkan apa yang ada di dalamnya," jelasnya.

Ardiansyah mengaku, Kutai memiliki suku yang banyak. Mulai dari Kutai yang ada di pedalaman sampai di perkotaan semua yang hampir memiliki bahasa yang mirip.

"Begitu juga sub Kutai yang ada di Kecamatan Muara Bahu, Muntai, Penyinggahan, Kota Bangun tapi memiliki perbedaan sedikit," ungkap Bupati Kutim ini.

"Sehingga sampai saat ini yang ada di Kutim, antara Kutai yang ada di Kecamatan Muara Ancalong dan di Sangkulirang, juga sedikit perbedaan bahasa serta kultur. Oleh karenanya SKK Kutim ini, merupakan perekat yang utama," urainya. (Adv/*)