Rabu, 30 NOPEMBER 2022
Dukung Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat Miskin, Yusuf Ajak Dinsos Teruskan Bantuan di 2023
SANGATTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Yusuf Silambi, memberikan perhatian khusus terkait, pemberian bantuan inflasi daerah oleh Dinas Soaial (Dinsos) kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Yusuf Silambi menilai, kondisi ini tidak efektif, ditambah pertumbuhan ekonomi ditahun 2023 nanti kemungkinan besar akan terjadi resesi.
"Apakah hal ini memungkinkan, secara analisa ekonomi belum. Tapi karena kita di daerah (Kutim) dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat bagus jadi layak saja Dinsos melakukan hal itu," ungkapnya.
"Artinya ini harus dibedakan secara proporsionalnya, bahwa jika berbicara Indonesia dan berbicara di kabupaten adalah dua hal yang berbeda," urainya.
Yusuf Silambi menyatakan, anggaran yang di miliki Kutim baik dari dana transfer maupun dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu cukup dan terbilang layak dan baik.
"Kalau bantuan dari Dinsos ini ya harus seperti yang dilakukan pemerintah pusat, yakni bantuan subsidi upah (BSU). Dengan betul-betul sampai, untuk mengendalikan kebutuhan rakyat," jelasnya.
Sementara dari program yang dimiliki Dinsos terdapat dua cara anggaran, yakni program dicanangkan oleh Dinsos atau program bersama dengan DPRD.
Yusuf Silambi menambahkan, Dinsos harusnya berkoordinasi dengan DPRD terkait beberapa program-program pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan.
Program dimulai dari mana kerja sama dengan DPRD?
"Mereka kan punya pokok pemikiran, kita sama-sama untuk memenuhinya kebutuhan masyarakat Kutim," tutur Yusuf.
"Pemberian bantuan sosial maupun inflasi pada masyarakat miskin, ojol atau sopir angkot dapat diteruskan pada 2023 mendatang," tandasnya. (Adv/*)