Pemerintah Daerah Kutai Timur Didorong Segera Susun Peta Prioritas Perbaikan Jalan Vital

Rabu 19 November 2025

SANGATTA – Tekanan terhadap Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk segera mengambil langkah strategis dalam menangani masalah infrastruktur jalan terus mengemuka. Kali ini, dorongan kuat datang dari Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, yang mendesak pemerintah eksekutif untuk segera menyusun perencanaan yang matang terkait perbaikan infrastruktur jalan. Fokus utama yang ditekankan adalah penanganan ruas-ruas jalan yang kondisinya dinilai paling mengkhawatirkan dan mengganggu masyarakat.

Anggota Komisi C DPRD Kutai Timur, Pandi Widiarto, menegaskan komitmen dewan dalam mengawal proses perencanaan ini. Menurutnya, fungsi pengawasan dan penampungan aspirasi DPRD diwujudkan dengan mendesak pemerintah daerah untuk memiliki sebuah peta jalan yang jelas dan terarah, sehingga intervensi yang dilakukan tidak bersifat sporadis.

Pandi Widiarto anggota DPRD Kutim

“Dari komisi C Kami mendorong banyak-banyak perencanaan jalan jalan mana yang prioritas,” ujar Pandi.

Penyampaian anggota DPRD Komisi C ini bukan sekadar retorika. Hal ini menegaskan peran strategis DPRD dalam memastikan anggaran daerah yang berasal dari uang rakyat dialokasikan untuk program-program yang benar-benar dibutuhkan dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Tanpa perencanaan yang baik dan berbasis data, penanganan infrastruktur jalan berisiko tinggi hanya dilakukan secara tambal sulam. Pendekatan seperti itu dinilai tidak akan pernah menyelesaikan masalah kerusakan jalan secara fundamental dan justru berpotensi membebani keuangan daerah dalam jangka panjang.

Lebih lanjut, Pandi menjabarkan kriteria utama yang harus menjadi acuan dalam menentukan skala prioritas perbaikan. Menurutnya, tolok ukur yang paling objektif adalah tingkat kerusakan suatu ruas jalan.

“Dorongan dari dewan difokuskan pada ‘jalan mana yang prioritas yang saat ini rusak parah” tambahnya.

Penekanan pada jalan dengan kerusakan parah ini menunjukkan kesadaran akan keterbatasan anggaran. Dengan memprioritaskan jalan-jalan yang kondisi fisiknya sudah sangat memperihatinkan dan secara bersamaan memiliki nilai vital untuk akses ekonomi serta sosial masyarakat, diharapkan setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan dampak yang maksimal. Jalan yang rusak parah tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga menghambat distribusi barang dan jasa, menaikkan biaya logistik, serta berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Penetapan prioritas berdasarkan kondisi kerusakan yang parah ini dianggap sebagai langkah yang paling rasional, mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah. Dalam konteks fiskal yang terbatas, pilihan harus dibuat secara bijaksana. Pendekatan yang mengutamakan skala prioritas ini diharapkan dapat memaksimalkan dampak perbaikan terhadap kelancaran perekonomian dan kenyamanan berkendara warga. Alih-alih mencoba memperbaiki semua jalan sekaligus dengan anggaran yang terbatas, langkah yang lebih efektif adalah memusatkan sumber daya pada ruas-ruas yang paling kritis.

Dengan adanya desakan yang konstruktif dari DPRD ini, harapan besar tertumpah pada pemerintah daerah untuk dapat segera merespons dengan tindakan nyata. Penyusunan daftar prioritas perbaikan jalan yang komprehensif menjadi sebuah keharusan. Daftar ini tidak boleh berdasarkan pada pertimbangan subjektif, melainkan hasil dari pemetaan dan assessment teknis di lapangan. Langkah konkret ini dinilai penting sebagai dasar untuk mengalokasikan anggaran pada tahun-tahun mendatang, sehingga pembenahan infrastruktur transportasi di Kutai Timur dapat berjalan secara sistematis dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, kolaborasi yang solid antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci. DPRD telah menjalankan fungsinya dengan memberikan dorongan dan pengawasan. Kini, bola berada di pihak Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk menjawab aspirasi publik tersebut dengan perencanaan yang cermat dan eksekusi yang tepat waktu. Masyarakat Kutai Timur menanti tindak lanjut nyata yang akan membawa perbaikan pada infrastruktur jalan mereka, yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian dan kehidupan sosial sehari-hari. (adv/*)