
Jumat 10 Oktober 2025
SENDAWAR - Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar) menggelar Dahau ini tentu saja dengan dibuka 23 Oktober hingga 7 November 2025 mendatang.
Pagelaran Dahau ini menjadi momen penting dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dipastikan berlangsung meriah.

Plt. Kadis Pariwisata Kutai Barat (Kubar) Sumardi FX mengatakan, Iven Dahau ini juga akan menampilkan pameran UMKM. Baik pelaku-pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah.
Seperti, pengrajin, kemudian makanan, kuliner, kemudian dari komunitas-komunitas dan organisasi-organisasi akan menampilkan tentang kegiatan-kegiatan mereka lakukan, baik itu di PPKPD maupun di UMKM.
Selanjutnya, ada festival baik festival tari, festival seni budaya, dan juga ada festival band anak muda. Adapun festival band ini dibagi dua, anak muda, ada genre-nya, genre nasional, ada genre lokal.
"Ya, genre nasional, genre lokal," ungkapnya.
Sementara di hari pembukaan itu pemeriksaan dan pengobatan gratis dan juga termasuk donor darah di stan dari Dinas Kesehatan.
"Itu berlangsung selama dari tanggal 23 Oktober sampai tanggal 7 November," terang Sumardi FX.
Menurut Sumardi juga selaku Ketua Panitia Dahau 2025, ada juga organisasi-organisasi seperti ISI tentang sepeda. "Itu tanggal 25 ada Gowes, Gowes bersama," jelasnya.
"Kemudian dilanjutkan adventure trail tanggal 1 November, itu Jelajah Alam Lapeh," urainya.
" Nah, dan juga kegiatan olahraga tradisional, ada Belogo, Begasing, Bempas, Menyumpit. Ya, ada empat itu olahraga tradisional," tutur Sumardi.
Sumardi menambahkan, kemudian lomba di Sungai Mahakam, di pesisir, yakni lomba tradisional.
"Pesisirnya itu Perahu Naga, kemudian Ketinting Putra dan Ketinting Putri. Yang baru ini Ketinting Putri," ujarnya.
" Nah, itu semua rangkaian-rangkaian Dahau yang termasuk yang utama-utamanya, tetapi yang lebih utama lagi adalah di dalam Dahau ini yang bisa dilihat dari luar itu Tari Kolosal dilaksanakan di puncaknya nanti, kemudian pemecahan Rekor MURI," harapnya.
Dengan menargetkan 10.000 pria berkesampu atau penutup kepala dengan kain, kemudian 5.000 peserta wanita menggunakan ditutup kepala, berupa yang sebutan lokalnya itu Tuduk, totalnya 15.000 penari.
Selain Tari Kolosal, kemudian ada Defile atau Parade Budaya yang menampilkan 16 kecamatan beserta dengan atraksi di depan dan menyambut pemimpin baru di Kutai Barat.
"Nah, jadi harapan baru dan juga defile dari paguyuban-paguyuban yang ada di Kutai Barat. Kalau dilihat dari rangkaian-rangkaian kegiatan, Dahau tahun ini lebih mengangkat kearifan lokal," tandas Sumardi. (Adv/DiskominfoKubar/*)