Perbaiki Pelayanan Kesehatan Lewat Peningkatan SDM Tenaga Kesehatan

Senin 20 November 2023

SENDAWAR - Sebagai upaya untuk perbaikan Pelayanan Kesehatan secara berkelanjutan dan bertahap Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus berupaya meningkatkan SDM (sumber daya manusia), Tenaga Kesehatan dan melengkapi Saran Prasarana Bangunan Gedung dan Alat Kesehatan.

Bupati Kutai Barat FX Yapan

Bupati Kubar FX Yapan mengungkapkan, peningkatan pelayanan Kesehatan terus ditingkatkan. Yaitu melalui beberapa fasilitas Kesehatan Pemerintah Daerah yang tersebar di 16 Kecamatan wilayah Kabupaten Kutai Barat. Beberapa fasilitas kesehatan yang terbangun di Kubar, di antaranya RS Santa Familia, Kecamatan Barong Tongkok milik swasta.

Layanan Kesehatan Santa Familia telah ada di Kutai Barat tahun 1974 yang berawal disebut Balai Pengobatan hingga menjadi Klinik dan pada 2021 lalu diresmikan menjadi Rumah Sakit.

Kedua, Rumah Sakit Umum Daerah Harapan Insan Sendawar (HIS) Kecamatan Sekolag Darat yang sudah mempunyai tenaga kerja Admin dan Nakes mendekati lengkap termasuk alat-alat pemeriksaan penunjang telah tersedia.

Jumlah Tenaga Kesehatan di RS ini berjumlah 468 orang. Ketiga, Rumah Sakit Umum Daerah Pratama Type D di Kecamatan Linggang Bigung belum beroperasi secara maksimal karena keterbatasan sarana prasarana serta tenaga kesehatan.

Jumlah tenaga kesehatan di RS ini berjumlah 68 Orang. Selain rumah sakit, di Kubar telah berdiri 19 unit Puskesmas, 86 unit Puskesmas Pembantu, 60 unit Puskesmas Kampung, 2 unit Poliklinik Desa dan 2 unit Pos Kesehatan Desa yang tersebar di seluruh Kecamatan Wilayah Kabupaten Kutai Barat.

Dari 19 Puskesmas hanya 7 Puskesmas (Barong Tongkok, Melak, Sekolag Darat, Linggang Bigung, Damai, Lambing dan Tanjung Isuy) yang sudah memenuhi standard 9 jenis tenaga kesehatan.

Baik melalui rekrutmen CPNS, PPPK, Honorer Daerah, maupun Penugasan Khusus dari Kementerian Kesehatan dalam Program Nusantara Sehat (NS).

Di samping itu, pada 12 Puskesmas lainnya belum terpenuhi terutama jenis tenaga kesehatan seperti : dokter Gigi, Nutrisionis, Sanitarian, dan Penyuluh Kesehatan. Disebutkan, jumlah tenaga kesehatan pada 19 Puskesmas di Kabupaten Kutai Barat sampai Tahun 2023 sebanyak 938 Orang.

Selanjutnya mengacu pada amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang dilaksanakan secara holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, pemerintah desa/Kelurahan, dan pemangku kepentingan serta dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, perlu dilaksanakan percepatan penurunan stunting.

FOKUS PENANGANAN STUNTING

Masih di bidang kesehatan, berdasarkan Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI Tahun 2022) yang dirilis pada tanggal 25 Januari 2023 oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Angka Stunting Kabupaten Kutai Barat SSGI 2021 (15,8%) terjadi peningkatan SSGI 2022 (23,1%). Sehingga terjadi kenaikan (7,3%).

"Hal ini tentu harus menjadi fokus utama kita dalam pencegahan stunting yang mana harus terjadi penurunan persentase stunting yang mengacu pada target nasional yakni 15%," ungkapnya.

Pada tahun 2022 Lokasi Fokus Stunting dilaksanakan di 13 Kecamatan 35 Kampung dan pada Tahun 2023 dilaksanakan di 10 Kecamatan 23 Kampung dan data triwulan 2 di tahun 2023 penderita stunting sebanyak 915 Orang. (adv/DiskominfoKubar)