Angka Kemiskinan di Kubar Terus Menurun

Senin 20 November 2023

SENDAWAR - Berbicara mengenai upaya perwujudan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkualitas, tidak dipungkiri pemerintah mengalami ragam tantangan, salah satunya adalah upaya pengentasan kemiskinan.

Bupati Kutai Barat FX Yapan

Menurut data hasil survei BPS (Badan pusat statistik), angka kemiskinan Kutai Barat tahun 2022 sebesar 10,20 persen. Terjadi penurunan sebesar 0,04 %, dari Tahun 2021 sebesar 10,24%. Capaian tersebut masih harus diturunkan sebesar 1,03 %, untuk mencapai target capaian 2023, yaitu 9,17%.

Angka kemiskinan Ekstrem kutai barat tahun 2023 mengalami penurunan sebesar 72,37 %, dengan jumlah 3.480 orang dari tahun 2022 sebesar 12.598 orang. Dan masih harus menurunkan 27,62%, sesuai target nasional 0%.

Menyikapi hal ini, Bupati Kutai Barat FX Yapan menyampaikan, pemerintah daerah melakukan 3 strategi utama dalam upaya mengentaskan angka kemiskinan.

Yaitu, Mengurangi Beban Pengeluaran, Meningkatkan Pendapatan, serta Meminimalkan Kantong-Kantong Kemiskinan. Dalam implementasinya, ada program yang menjadi fokus untuk dilakukan di beberapa OPD (organisasi perangkat daerah) terkait.

Di antaranya, Program Pemberdayaan masyarakat lokal dengan terus menyediakan lapangan pekerjaan berbasis potensi unggulan lokal dan kemampuan masyarakat lokal berbasis Kawasan berkelanjutan.

Kedua, Program Pembangunan Rumah Layak Huni dan Penuntasan Kawasan Kumuh. Ketiga, Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin, Program Pendidikan (BEASISWA) di prioritaskan bagi anak didik yang masuk dalam keluarga miskin, serta Program Pengembangan Pola pemasaran sektor pertanian Kubar masih petik-jual maka inovasi arah pembangunan dilakukan untuk membangkitkan HILIRISASI di Kubar sendiri.

Program lainnya, Peningkatan Kopentensi bagi masyarakat miskin yang masih dalam usia produktif melalui pelatihan di BLK, Inovasi pembangunan Daerah diarahkan dalam kerangka pengembangan kluster-kluster subsektor yang bersentuhan langsung dengan peningkatan pendapatan masyarakat dan peningkatan aktivitas masyarakat Kampung.

Kemudian terdapat 4 kluster pengembangan ekonomi lokal dalam arah pembangunan perekonomian Kutai barat yaitu Pengembangan Kawasan berkelanjutan / Kluster / Pengelompokkan Karet, meliputi kecamatan Linggang Bigung, Kecamatan Barong Tongkok, dan Kecamatan Sekolaq Darat; Upaya lain, lewat Pengembangan Kawasan berkelanjutan Perikanan Air Tawar, meliputi Kecamatan Jempang, Kecamatan Penyinggahan, dan Kecamatan Muara Pahu.

Ketujuh, pengembangan Kawasan Berkelanjutan Sapi Pedaging, meliputi Kecamatan Melak dan Kecamatan Muara Lawa. Terakhir, pengembangan pariwisata kluster Sendawar-Melak Kecamatan Melak difokuskan sebagai pusat kuliner Kutai Barat, Luuq Taman Budaya Sendawar ditingkatkan selain sebagai pusat pementasan budaya dan juga sebagai pusat layanan informasi pariwisata, dan penguatan kelembagaan Pokdarwis-Pokdarwis di setiap kampung. (adv/DiskominfoKubar)

<