Rabu 15 November 2023
SENDAWAR - Pembangunan yang sukses, tidak hanya dengan perencanaan yang matang. Tetapi harus diaktualisasi melalui kegiatan yang nyata.

"Perencanaan yang sudah disusun, namun tidak terealisasi dengan baik, tentu target juga tidak bakal tercapai,”tegas Bupati Kubar FX Yapan melalui sambutannya dibacakan Sekkab Kubar Ayonius, pada Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kubar tahun 2025-2045 Sektor Ekonomi, di Hotel Mercure, Samarinda, Senin (13/11/2023).
Pada kegiatan itu, dihadiri Asisten 3 Sekkab Kubar Sahadi, Sekretaris Bappedalitbangda Kubar Philip Silitonga, para pejabat perangkat daerah dan camat di lingkungan Pemkab Kubar. Untuk nara sumber dari Tim Ahli dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta dan juga oleh Prof. Dr. Ir. Edwin Halim, B.Eng.,ST.,MT.,IPM.
Apalagi Kubar merupakan bagian dari penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) maka penguatan diberbagai sektor wajib dilakukan termasuk sektor ekonomi, sehingga 20 tahun mendatang arah perencanaan pembangunan Kubar dapat lebih relevan lagi nantinya.
Pembangunan ekonomi Kubar selama 20 tahun kedepan akan menghadapi perubahan besar yang menuntut adanya sebuah transformasi ekonomi.
Beberapa perubahan besar diantaranya, perubahan struktur penduduk, kemajuan teknologi, perubahan iklim dan orientasi hasil produksi dan lainnya.
Bupati menambahkan transformasi ekonomi akan membuat daerah dan masyarakat beradaptasi terhadap perubahan tersebut dengan cara mengubah model ekonomi yang ada saat ini menjadi lebih efisien dan produktif.
Sehingga memperkuat sektor-sektor ekonomi yang potensial untuk tumbuh dan berkembang.
Dimana transformasi ekonomi secara bertahap akan mengubah struktur ekonomi dari berbasis komoditas bernilai tambah rendah menjadi berbasis pada industri yang bernilai tambah tinggi dengan didukung oleh teknologi dan inovasi sehingga lebih produktif, efisien dan berdaya saing tinggi.
Selanjutnya transformasi ekonomi dilakukan melalui berbagai kebijakan pemerintah dan reformasi struktural, termasuk pengembangan sektor ekonomi, terutama empat sub sektor misalnya pertanian, perikanan, peternakan dan perkebunan.
Dimana hal itu harus didukung SDM yang berkualitas dan pembangunan infrastruktur yang memadai.
"Berdasarkan hemat saya bahwa perubahan-perubahan di sektor ekonomi tidak bisa terjadi dengan cepat dan mudah," katanya.
sehingga diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak tidak hanya pemerintah, tetapi juga sektor swasta, masyarakat, dan lembaga pendukung lainnya untuk menjamin pertumbuhan yang tinggi dan inklusif mengingat kabupaten kutai barat sendiri juga memiliki potensi alam dan manusia yang sangat luar biasa.
Kepala Bappedalitbang Kubar Yudianto Rihartono mengatakan, maksud dan tujuan pelaksanaan FGD ini untuk mendapatkan masukan dari para pemangku kepentingan dalam rangka penggalian dan penelaahan isu-isu strategis yang akan dijadikan dasar penyusunan dokumen RPJPD Kubar tahun 2025 sampai dengan 2045.
"Semoga melalui kegiatan ini, dapat mendukung perumusan kebijakan sektor ekonomi yang berguna untuk sasaran penyusunan RPJMD kedepannya,”ucapnya. (adv/DiskominfoKubar/*)