Pemkot Balikpapan Targetkan Kenaikan PAD Bertahap Hingga 2030

BALIKPAPAN- Pemerintah Kota Balikpapan menetapkan strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara bertahap dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029.

Muhaimin Sekretaris Daerah Pemkot Balikpapan. (Adys)

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Muhaimin, dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Balikpapan ke-20 Masa Sidang III Tahun Sidang 2024/2025, pada Kamis (24/7/2025).

Dalam agenda penyampaian Nota Penjelasan Wali Kota atas Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJMD 2025–2029, Muhaimin menjelaskan bahwa PAD saat ini berada di angka Rp1,4 triliun, dan ditargetkan naik menjadi Rp1,5 triliun pada 2030.

Peningkatan tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan ekonomi, kependudukan, dan properti di Balikpapan.

"BPPDRD sudah melakukan kajian, dan salah satu tantangan kita adalah mengoptimalkan sektor PBB. Banyak rumah yang sudah berkembang, dari tipe 45 ke tipe 80 misalnya, tapi data pajaknya belum diperbarui. Ini tentu berpengaruh terhadap potensi penerimaan daerah,” ujar Muhaimin.

Selain PBB, potensi dari Pajak Kendaraan Bermotor (PNKB), peningkatan jumlah hunian, serta nilai tanah yang terus naik juga masuk dalam kalkulasi strategis peningkatan PAD.

Muhaimin juga menekankan pentingnya mendorong kegiatan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Penyelenggaraan event-event berskala nasional menjadi salah satu cara mendorong perputaran ekonomi lokal.

"Contoh saat kita jadi tuan rumah Dekranas, hotel penuh, usaha kuliner naik, hingga persewaan kendaraan meningkat. Dampak ekonomi riilnya sangat terasa,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota juga menjaga stabilitas inflasi bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, Bulog, dan instansi terkait. Intervensi harga bahan pokok penting (bapokting) terus dilakukan melalui operasi pasar, distribusi sayuran murah, dan penguatan peran Perumda di tingkat kelurahan.

"Seluruh stakeholder harus bergerak bersama. Dari DPMPTSP yang mendorong investasi, Disporapar yang mengelola event, hingga Dinas UMKM yang memperkuat ekonomi rakyat. Semua ini demi ekonomi Kota Balikpapan yang lebih tangguh dan berdaya saing,” tandas Muhaimin. (Adys/*(