
Jumat 13 Juni 2025
BALIKPAPAN- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengungkapkan kesiapan seluruh jajarannya dalam menghadapi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025.
Menurutnya, seluruh aspek teknis mulai dari juknis, juklak, infrastruktur, hingga sistem pendukung telah disiapkan secara matang agar proses seleksi berjalan lancar dan transparan.
"Secara teknis kami sudah siap 100% mulai dari juknis juklak. Dari sisi infrastruktur dan sistem, kami sudah menyiapkan semuanya untuk melaksanakan kegiatan SPMB tahun 2025,” ungkap Irfan Taufik, Jumat (13/6).
Untuk jadwal pelaksanaan SPMB 2025, yakni Verifikasi & Validasi data 24 Juni - 3 Juli 2025, Pendaftaran Jalur Domisili, Afirmasi, Prestasi, Mutasi 1-4 Juli 2025, Pendaftaran Jalur Umum 8-9 Juli 2025, Pengumuman & Daftar Ulang 5-11 Juli 2025, dan terakhir masuk sekolah hari pertama ditanggal 14 Juli 2025.
Irfan menjelaskan bahwa sistem pendaftaran mengalami beberapa pembaruan penting, khususnya mengenai skema zonasi. Dimana sebelumnya menggunakan zona R1, kini beralih ke model domisili prioritas yang menyesuaikan dengan kondisi terbaru.
"Ya secara prinsip, mekanisme dasarnya tetap konsisten dengan penambahan jalur pendaftaran yang lebih rinci," ungkapnya.
Namun, Irfan menyebut salah satu pembeda utama berada pada perpecahan jalur prestasi akademik dan non-akademik yang kini berjalan mandiri.
"Jalur prestasi akademik dan jalur Tahfidz memang dari dulu berbeda, namun sekarang jalur akademik dan jalur prestasi non-akademik sudah dipisahkan agar persaingan lebih adil," tambahnya.
Untuk memudahkan masyarakat, Disdikbud Balikpapan juga telah menyiapkan berbagai bantuan posko dan membuka layanan pendaftaran di seluruh sekolah yang mengikuti SPMB.
"Perihal yang kamu lakukan ini untuk menjawab kebutuhan orang tua yang mungkin belum memahami mekanisme pendaftaran secara online," tuturnya.
"Kami membuka seluruh sekolah yang ikut pendaftaran SPMB dan juga menyediakan posko untuk orang tua yang kurang mengerti bagaimana cara mendaftar. Sistemnya juga sudah online sehingga memudahkan siswa,” jelas Irfan.
Kemudian ada 13 SMP Swasta mendapat subsidi sebesar Rp 150.000 perbulan dengan besaran uang pangkal yang diberikan sebesar Rp 1.500.000 persiswa," ungkap Irfan.
13 SMP tersebut adalah SMP PGRI 4, SMP Plus Nurul Khaerat, SMP Wiyata Mandala, SMP PGRI 7, SMP Al Ula, SMPIT As'sadiyah Manuntung, Mts Ibnu Khaldun, SMP PGRI 2, SMP Sabilal Muhtadin, Mts Sabilal Muhtadin, SMP YPI, SMP Sinar Pancasila, SMP Al Hassan.
Selain itu, adapun kerja sama dengan perbankan sudah terjalin untuk memudahkan pembayaran menggunakan kartu siswa dan berbagai layanan digital lainnya.
Irfan menekankan bahwa tujuan utama sistem ini adalah memberikan kesempatan yang adil dan merata bagi semua siswa untuk mengenyam pendidikan berkualitas di Kota Balikpapan, tanpa terkendala biaya atau kesulitan teknis saat pendaftaran.
"Semua yang kami lakukan bertujuan agar proses penerimaan siswa baru berjalan adil, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat Balikpapan,” tandasnya. (Adv/adys/DiskominfoBpp/*)