12 Pekerja Proyek Sekolah Terpadu Balikpapan Tidak Terima Gaji

Jumat 5 April 2024

BALIKPAPAN - Sedikit kagum melihat bangunan sekolah terpadu dibangun pemkot Balikpapan, di Perumahan Balikpapan Regency, Balikpapan Selatan. Bangunan berlantai dua, warna biru dan hijau itu, kini tahapan pembangunan mencapai 92 persen lebih.

 

Sebaliknya, duka menimpa 12 pekerja proyek sekolah terpadu ini, selama dua bulan tidak menerima gaji dari perusahaan kontraktor PT. Sarjis Agung Indrajaya. 

PT. Sarjis Agung Indrajaya selaku pemenang tender pembangunan sekolah terpadu Balikpapan Regency dengan anggaran sebesar Rp33 miliar lebih, tidak dapat menyelesaikan pekerjaan hingga deadline waktu proyek selesai, 19 Desember 2023.

HarianJurnal melakukan konfirmasi terkait masalah dialami sisa 12 pekerja tidak digaji, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdik) Balikpapan Irfan Taufik, melalui pesan WhatsApp nya bahwa, "dengan siapa para pekerja tersebut berkontrak ?.

Bahkan, Kadisdik lewat pesan WhatsAppnya juga menyampaikan, pembayaran proyek pembangunan sekolah terpadu telah diselesaikan. 

Adapun terkait, black list Irfan juga menyampaikan kalau itu, "dalam proses."

Nasib naas dialami 12 pekerja proyek, ditinggal dan seakan pimpinan perusahaan tak mau bertanggung jawab untuk membayarkan gaji pekerja tersebut.

Para pekerja kebanyakan dari pulau Jawa itu, kini bertahan hidup di lokasi proyek, makan seadanya, kadang tidak makan.

Selaku Mandor Proyek Budi Setiawan mengatakan, atas nama 12 orang pekerja pembangunan SMP Terpadu di Balikpapan, Balikpapan regency, sampai saat ini kami belum menerima gaji, senilai total pekerjaan kurang lebih Rp 38.000.000,- (Tiga Puluh Delapan Juta Rupiah) sesuai hasil opname.

Pekerjaan meliputi diantaranya, pembangunan saluran pagar keliling, pasang batu atap kamar mandi, keramik dinding, cor belakang gedung kantin dan, belakang kantin.

"Selanjutnya masih ada belum diopname dengan nilai daun jendela total Rp 6.000.000,- diantaranya, begisting Rp1.200.000, cat plafon dan gawang kantin Rp 1.500.000, h ingga saat ini belum ada titik terang pembayaran dari Pak Haji Indra selaku pemilik PT. Sarjis Agung Indrajaya," ungkap sang Mandor.

"Sementara belum menerima gaji selama 1 (satu) bulan, malah justru disuruh meninggalkan tempat proyek dengan alasan ada pergantian kontraktor lain," katanya.

Sementara Kusdiyono selaku Kepala Tukang mengatakan, selama hampir 1 (satu) bulan lebih pihaknya tidak bekerja dan sama sekali tidak ada kompensasi makan, yang jelas.

"Sehingga kami terpaksa cari makan dengan mengutang di warung-warung terdekat," ibahnya.

"Hingga saat ini, kami menunggu gaji yang tidak kunjung keluar dengan berbagai janji-janji. Kami tidak dapat gaji malah diharuskan keluar dari proyek dengan diberi ongkos yang sama sekali tida cukup untuk sampai rumah masing-masing," papar Kusdiyono.

Sementara pihak perusahaan PT. Sarjis Agung Indrajaya berkantor kurang dari satu kilometer dari area proyek masih berada di kompleks Balikpapan Regency, seorang stafnya Roby mengatakan dirinya bertahan hanya ingin menghabiskan masa kontrak kantor di akhir April ini.

"Kami tidak tahu pekerja di lokasi pembicaraan dengan Pak Haji (pemilik perusahaan PT. Sarjis, red) terkait gaji mereka. Karena di PHK ya tidak kerja lagi," ungkapnya. (yani/*)