Syarifuddin HR, Minta Jembatan Sungai Riko Segera Direalisasikan

Senin 6 Mei 2024

PENAJAM - Anggota Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Syarifuddin HR meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk merealisasikan pembangunan Jembatan Sungai Riko, di Penajam.

Syarifuddin HR Anggota Komisi II DPRD Penajam Paser Utara

Rencana pembangunan jembatan Sungai Riko merupakan bagian dari perencanaan akses pendekat Jembatan Pulau Balang dari sisi PPU.

Diketahui bahwa, akses jalan pendekat Jembatan Pulau Balang di sisi PPU sesuai perencanaan Pemprov Kaltim sepanjang 20 kilometer (Km) yang melintasi Kelurahan Pantai Lango, Gersik, Jenebora, Buluminung hingga Kelurahan Penajam.

Sepanjang akses jalan sepanjang 20 Km tersebut melintasi aliran Sungai Riko sehingga dibutuhkan pembangunan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Gersik dengan Buluminung, PPU.

Anggota DPRD PPU Syafruddin meminta pemerintah provinsi dan pusat agar segera merealisasikan pembangunan Jembatan Sungai Riko, tersebut.

"Sungai Riko sangat dibutuhkan untuk pengembangan kawasan pesisir. Apalagi saat ini, pemerintah pusat sedang membangun Bandara VVIP Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kelurahan Pantai Lango, Kecamatan Penajam," ungkapnya, Minggu (5/5/2024).

Selain, jembatan Sungai Riko sangat dibutuhkan untuk mempermudah akses dari Kelurahan Penajam menuju Bandara VVIP IKN. Itu, juga memudahkan bagi warga di pesisir Kelurahan Pantai Lango, Gersik dan Jenebora yang hendak mengurus keperluan dokumen ke Pemkab PPU.

"Akses jalan ke tiga kelurahan itu sudah ada, tapi jaraknya cukup jauh. Kalau Jembatan Sungai Riko dibangun, maka jarak tempuh masyarakat di sana ke ibu kota kabupaten lebih dekat,” kata Syafruddin.

Dirinya berharap, Bupati PPU terpilih di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 nantinya harus melanjutkan program pembangunan infrastruktur yang belum terealisasi, salah satunya Jembatan Sungai Riko.

Menurutnya, siapapun nanti Bupati terpilih, wajib memperjuangkan Jembatan Sungai Riko agar cepat terealisasi. Karena, jembatan itu juga bakal berdampak besar terhadap pengembangan KIB (Kawasan Industri Buluminung). (Adv/DPRDPPU/*)